Senin, 16 Januari 2012

MANUSIA DAN PANDANGAN HDUP


    Setiap manusia memiliki pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati karena ia menentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup itu artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, arahan, pedoman, dan petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah muncul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses yang sama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataannya.
   Pandangan hidup itu adalah suatu yang sulit dikatakan, karena kadang-kadang pandangan hidup hanya merupakan suatu idealisme yang mengikuti kebiasaan berfikir di dalam masyarakat. Pandangan hidup sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Segala perbuatan, sikap, dan aturan yang diwujudkan dalam berbagai bentuk, merupakan refleksi dari pandangan hidup yang telah dirumuskan. Pandangan hidup sering disebut filsafat hidup. Filsafat hidup sendiri diarti-konkritkan sebagai kecintaan atau kebenaran yang bisa dicapai oleh siapapun. Maka dari itu, pandangan hidup dengan hakikat bisa dicapai oleh siapapun itu, sangat diperlukan oleh tiap manusia. Pandangan hidup tiap orang bisa berbeda bisa juga sama.
Pandangan hidup  berdasarkan asalnya terdiri atas 3 macam yaitu:
1.      Pandangan hidup yang berasal dari agama, yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
2.      Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada suatu negara.
3.      Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
Pandangan hidup pada dasarnya memiliki unsur-unsur, yaitu cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan. Cita-cita adalah sesuatu yang ingin digapai oleh manusia melalui usaha. Kebajikan dalam hal ini, adalah nilai yang menjadi patokan usaha yang harus ditempuh untuk menggapai cita-cita. Usaha adalah hal-hal yang diupayakan sebaik mungkin untuk menggapai cita-cita yang harus dilandasi oleh keyakinan . Keyakinan diukur dengan daya pikir akal, jasmani, dan sikap maupun rasa kepada Tuhan. Hal ini yang mencirikan bahwa unsur-unsur pandangan hidup di atas saling berkaitan. Setiap orang, baik dari tingkatan yang paling rendah sampai dengan tingkatan yang paling tinggi, mempunyai cita-cita hidup. Hanya kadar cita-citanya sajalah yang berbeda. Bagi orang yang kurang kuat imannya ataupun kurang luas wawasannya, apabila gagal mencapai cita-cita, tindakannya biasanya mengarah pada hal-hal yang bersifat negative. Suatu ironi memang, bila manusia sedang dalam keadaan senang, bahagia, serta kecukupan, mereka lupa akan pandangan hidup yang diikutinya dan berkurang rasa pengabdiannya kepada Sang Pencipta. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu : 
  1. Kurangnya penghayatan pandangan hidup yang diyakini
  2. Kurangnya keyakinan pandangan hidupnya
  3. Kurang memahami nilai dan tuntutan yang tergantung dalam pandangan hidupnya
  4. Kurang mampu mengatasi keadaan sehingga lupa pada tuntutan hidup yang ada dalam pandangan hidupnya
  5. Sengaja melupakan demi kebutuhan diri sendiri

Sumber:
  • http://bacaebookgratis.wordpress.com/2011/06/03/8-manusia-dan-pandangan-hidup-2/
  •   http://baguspemudaindonesia.blogdetik.com/2011/03/29/manusia-dan-pandangan-hidup/

MANUSIA DAN KEADILAN


Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem itu menyangkut dua orang atau benda. Namun secara umum keadilan dapat diartikan sebagai suatu tindakan manusia yang dilandasi oleh kebenaran dan kebenaran itu diperjuangkan oleh manusia tersebut. Seperti contoh saya ambil sikap dari dua anak kecil yang berebut mainan, lalu orangtuanya melihat hal tersebut. Kemudian orangtuanyapun membelikan satu buah mainan lagi yang sama, agar anaknya memiliki mainan sendiri dan tidak berebut lagi satu sama lain. Dapat disimpulkan keadilan sebagai titik tengah kebenaran yang dilandasi oleh nilai kebaikan.
Lain lagi dengan pendapat Socrates yang memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. Mengapa di proyeksikan pada pemerintah, karena pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika dimasyarakat. Namun menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dan kekayaan bersama.
Makna dari keadilan adalah keadilan memberikan kebenaran, ketegasan dan suatu jalan tengah dari berbagai persoalan juga tidak memihak kepada siapapun. Dan bagi yang berbuat adil adalah orang yang bijaksana. Keadilan dibagi dalam berbagai macam yaitu:
a.      Keadilan Legal atau Moral yaitu keadilan itu berasal dari dalam jiwa manusia itu sendiri.
b.      Keadilan Komunikatif yaitu keadilan yang bertujuan untuk menjaga komunikasi dan ketertiban agar terciptanya kesejahteraan hidup dalam bermasyarakat.
c.       Keadilan Distributif yaitu keadilan dapat terlaksana jika adanya suatu bukti yang membenarkan.
 
Berbicara soal keadilan, kita pasti ingat dengan dasar negara kita yaitu Pancasila yang berbunyi “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” yaitu sila kelima. Seperti makna pada Pancasila tersebut bahwa setiap manusia harus mendapatkan keadilan dalam hidupnya. Keadilan dan Ketidakadilan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia karena dalam hidupnya manusia mengalami keadilan atau ketidakadilan setiap hari.
Keadilan merupakan hal yang harus dilakukan manusia dalam menjalani kehidupannya, kerana dengan keadilan manusia akan mendapatkan hak dan kewajiban yang harus diterima olehnya. Oleh karena itu, keadilan harus selalu ditegakkan dan makna keadilan itu sendiri terdapat di berbagai agama dan diseluruh dunia, yang menyatakan bahwa keadilan itu harus di tegakkan.

 
Sumber:
  • http://iiam.blogdetik.com/2011/03/21/manusia-dan-keadilan/
  • http://abdulghanni.blogspot.com/2011/03/manusia-dan-keadilan.html