Rabu, 02 Januari 2013

Fenomena Tes Psikologi


Saat ini perkembangan informasi sudah sangatlah pesat dan canggih. Salah satunya adalah melalui internet, diamana setiap orang dapat mengakses informasi apa saja yang mereka inginkan melalui internet. Berbagai bidang studi kini telah banyak memanfaatkan teknologi informasi yang berbasis internet, termasuk di dalamnya bidang studi psikologi. Dalam bidang psikologi, internet dimanfaatkan untuk mempublikasikan berbagai macam jurnal, hasil penelitian, pengetahuan mengenai psikologi, konsultasi secara online, lowongan pekerjaan, tes psikologi (tes maupun wawancara) secara online dan banyak pula yang lainnya.

Namun dalam tes psikologi secara online ini terdapat beberapa dampak positif dan negatif dari tes psikologi online ini yaitu:

- Dampak Positif
  Dapat mempercepat proses kegiantan tes-tes psikologi dan kita juga dapat mengikuti berbagai macam tes-  tes psikologi tersebut secara gratis.

- Dampak Negatif
  Hasil tesnya tidak begitu akurat dibandingkan tes psikologi secara manual atau tes psikologi tidak online dan dapat juga menimbulkan tindak penipuan dalam tes psikologi.

Saya menemukan salah satu tes psikologi di sebuah situs jejaring sosial. Tes ini merupakan salah satu tes psikologi yang banyak di gunakan melalui Facebook yaitu “Kuis Tempramen” tes ini menguji seperti apakah diri anda. Tes ini hanya bisa di gunakan jika anda mempunyai account facebook. Berikut adalah contoh dari tes Kuis Tempramen.


Tes ini berisikan 5 pertanyaan yang akan berlanjut dengan sendirinya jika sudah di jawab.

Kemudian setelah semua tes dapat terjawab akan menerima hasil seperti ini:


Sumber:












Selasa, 01 Januari 2013

Fenomena Intrapersonal dan Interpersonal di dalam Masyarakat


Komunikasi Interpersonal biasa disebut komunikasi komunikasi antar pribadi, yaitu komunikasi yang terjadi antara dua orang. Secara luas komunikasi interpersonal adalah adanya komunikasi secara langsung pada waktu dan tempat yang sama. Komunikasi interpersonal memungkinkan terjadinya komunikasi secara dialogis dimana adanya interaksi antara pendengar dan pembicara secara bergantian. Dalam komunikasi jenis ini, komunikasi yang didasari adanya kesamaan latar belakang yang sama antara komunikator dan komunikan, akan menimbulkan tingkat keakraban yang lebih tinggi. Latar belakang disini bisa diartikan dengan tingkat pendidikan, profesi, agama, usia, hobi dan lain sebagainya. Komunikasi interpersonal dianggap lebih efektif bila terjadi secara tatap muka atau face to face. Face to face communication menyebabkan kontak secara lebih pribadi sehingga komunikator dapat mengetahui tanggapan dari komuikan secara langsung. Sehingga ia dapat mengontrol proses proses komunikasi selanjutnya agar bisa tercapai hasil yang maksimal. Bicara tentang komunikasi face to face, banyak ahli yang berpendapat bahwa komunikasi inilah yang dipandang paling kuat diantara bentuk-bentuk interaksi manusia lain.

Klasifikasi Komunikasi Interpersonal:

a. Interaksi intim termasuk komunikasi diantara teman baik, anggota keluarga, dan orang-orang yang sudah mempunyai ikatan emosional yang kuat.
b. Percakapan sosial adalah interaksi untuk menyenangkan seseorang secara sederhana. Tipe komunikasi tatap muka penting bagi pengembangan hubungan informal dalam organisasi. Misalnya dua orang atau lebih bersama-sama dan berbicara tentang perhatian minat diluar organisasi seperti isu politik, teknologi dan lain sebagainya.
c. Interogasi atau pemeriksaan adalah interaksi antara seseorang yang ada dalam kontrol, yang meminta atau bahkan menuntut informasi dari yang lain. misalnya seorang karyawan dituduh mengambil barang-barang organisasi maka atasannya akan menginterogasinya untuk mengetahui kebenarannya.
d. wawancara adalah salah satu bentuk komunikasi interpersonal dimana dua orang terlibat dalam percakapan yang berupa tanya jawab. Misalnya atasan yang mewawancarai bawahannya untuk mencari informasi mengenai suatu pekerjaan.
Komunikasi Intrapersonal adalah komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang atau di pikiran individu. Dalam komunikasi intrapersonal pengolahan informasi terjadi melalui pancaindera dan sistem syaraf. Komunikasi ini merupakan dasar dari jenis-jenis komunikasi yang lain karena dengan adanya komunikasi intrapersonal dalam diri seseorang, komunikasi interpersonal, komunikasi small group, dan komunikasi publik dapat terlaksana. Secara luasnya komunikasi intrapersonal adalah penggunaan bahasa atau pikiran yang terjadi di dalam diri komunikator sendiri. Komunikasi intrapersonal merupakan keterlibatan internal secara aktif dari individu dalam pemrosesan simbolik dari pesan-pesan. Seorang individu menjadi pengirim sekaligus penerima pesan, memberikan umpan balik bagi dirinya sendiri dalam proses internal yang berkelanjutan. Komunikasi intrapersonal dapat menjadi pemicu bentuk komunikasi yang lainnya.

Sebagai contoh dari komunikasi intrapersonal adalah ketika seseorang berfikir, melamun, merenung, berbicara pada diri sendiri, atau sedang menulis. Dan juga aktivitas dari komunikasi intrapribadi yang kita lakukan sehari-hari dalam upaya memahami diri pribadi diantaranya adalah berdoa'a, bersyukur, introspeksi diri dengan meninjau perbuatan kita dan reaksi hati nurani kita, mendayagunakan kehendak bebas, dan berimajinasi secara kreatif. Karena pada saat-saat seperti itulah kita mengolah informasi dari diri kita sendiri dan menerima informasi itu pula di dalam diri kita. Pemahaman diri pribadi ini berkembang sejalan dengan perubahan -perubahan yang terjadi dalam diri kita. Kita tidak terlahir dengan pemahaman akan siapa diri kita, tetapi perilaku kita selama ini memainkan peranan penting bagaimana kita membangun pemahaman diri pribadi ini.


Sumber: